header0
Knowledge Resources | Strategic Solutions

Gerakan Buruh dan Posisi Negara dalam Politik Perburuhan Tahun 1950-an

“Gerakan buruh di Eropa telah mengajarkan kepada kita bahwa inisiatif untuk menggulirkan langkah-langkah perbaikan kondisi sosial kelas pekerja tidak terletak pada negara atau pihak majikan, tetapi oleh kelas pekerja itu sendiri. Hal yang sama juga berlaku di negeri ini” (Laporan tandingan Kusumo Utoyo, Thamrin, dan Suroso; diambil dari buku John Ingleson, Buruh, Serikat, dan Politik Indonesia pada 1920an-1930an, diterjemahkan oleh Andi Achdian [Tangerang Selatan: Marjin Kiri, 2015]

Solusi Kebakaran Hutan: Suatu Kemustahilan?

TAHUN ini Indonesia mengalami kebakaran hutan dan lahan terbesar sejak bencana kebakaran serupa pada 1997. Data statistik dampak kebakaran yang telah berlangsung sejak Juli 2015 dan tersebar di berbagai wilayah Indonesia ini sangatlah memprihatinkan yang berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mencapai sekitar 2,1 juta hektar. Luas lahan dan hutan yang terbakar tersebut setara dengan 1,9 juta luas lapangan sepak bola atau mencapai 32 kali luas wilayah Ibu Kota Jakarta atau setara empat kali luas Pulau Bali![1] Tingkat polusi akibat kebakaran tersebut dinyatakan melebihi tingkat polusi harian perekonomian Amerika Serikat, yaitu 15,95 mt CO2.

Papua Baru dan Pancasila

RENTANG persoalan di Papua begitu luas. Kedalaman permasalahannya begitu menghujam. Kita bisa dibuat bingung untuk mencari simpul utamanya. Semua permasalahan seperti setara dan menuntut cara penyelesaian yang sama. Papua sudah bagaikan benang kusut. Tak jarang, setiap langkah untuk mengurainya tampak menjadi sia-sia.

Sang Moderat(or) | Mengenang Ivan Hadar

SEORANG sahabat, Ivan A Hadar, telah menghadap ke hadirat Tuhan Yang Mahakuasa pada Sabtu malam, 13 Juni 2015, sekitar pukul 00.00 waktu Berlin, Jerman, akibat serangan jantung. Berlin adalah kota yang sangat dia kenal dalam hampir separuh perjalanan hidupnya. Ivan meraih gelar doktor bidang antropologi dari Technische Universitaet Berlin pada 1992 dengan predikat summa cum laude dan dengan disertasi “Reception of Occidental Values through Traditional Education in Indonesia” mengenai dunia dan kehidupan pesantren di Indonesia. Pada awalnya, spesialisasi Ivan di bidang arsitektur dan perkotaan, namun penjelajahan kecendekiawanannya melampaui disiplin tersebut.

Menggugat Keseimbangan antara Kerja dan Keluarga

Konstruksi Kerja Perempuan dalam Kapitalisme

Perempuan dan terutama para ibu rumah tangga telah dikonstruksikan secara patriarkal sebagai housewives dengan “kodrat” hidup di seputar reproductive work seperti mencuci pakaian dan mengurus anak. Konstruksi itu dimanfaatkan kapitalisme sebagai peluang untuk memajukan strategi akumulasi kapital dengan memanfaatkan rumah sebagai ruang kontestasi pembagian kerja secara gender yang paling kuat dan women’s work sebagai invisible work. Diskursus “work and family balance” pun mengemuka dan keberadaannya ternyata kian menyulitkan posisi perempuan dalam kapitalisme yang tak dapat dielakkan bersifat sangat patriarkal. 

Mereka Membunuh, Mereka Terhormat | Dimensi Budaya Negara dan Hukuman Mati

KEHIDUPAN, kematian,  dan kehormatan adalah tiga ihwal hakiki yang saling terkait. Ketiganya saling mengait dalam pola yang berbeda-beda–sesuai dimensi waktu dan ruang. Dalam normalitas kehidupan keseharian, mereka yang meninggal dunia akan kita hormati dalam suatu upacara pemakaman, lalu kita peringati dan kenang masa hidupnya.

Gerakan Buruh di Asia dalam Perubahan Rantai Nilai Global

Prolog

Dalam buku berjudul The Problem with Work: Feminism, Marxism, Antiwork Politics, and Postwork Imaginaries, Kathi Weeks—seorang feminis sosialis—mengemukakan bahwa kerja bersifat publik dan politis. Kerja bukan sekadar aktivitas/praktik ekonomi, melainkan aktivitas yang juga terintegrasi dalam lingkup sosial, politik, dan bahkan keluarga.[1]